Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Perawang, Nusantaramadani.com —Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau menegaskan peringatan keras kepada PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), agar tidak lari dari tanggung jawab atas berbagai bentuk kerusakan hutan dan lingkungan hidup di tanah Melayu Riau.

Ketua Umum AMA Riau, Datuk Laksamana Heri Ismanto, S.Th.I, dengan suara lantang menyatakan, ” PT. Indah Kiat bukan perusahaan kecil. Mereka menikmati hasil dari tanah dan hutan kami, tapi meninggalkan jejak kerusakan. Itu dosa lingkungan, dan tidak akan kami biarkan!”, ucapnya.

AMA Riau menilai, aktivitas industri pulp & paper yang masif telah menyebabkan deforestasi besar-besaran, hilangnya hutan gambut, serta menimbulkan bencana ekologis seperti banjir, kekeringan dan kabut asap tahunan.

Datuk Heri menekankan bahwa perusahaan sekelas PT. IKPP tidak boleh lagi bermain dengan laporan-laporan manipulatif atau pencitraan sosial palsu.

“Jangan jadikan program CSR sebagai tameng. Masyarakat adat sudah cukup menderita. Kami minta audit menyeluruh, keterbukaan data, dan langkah pemulihan nyata di lapangan, bukan sekadar laporan di atas kertas”, Ucapnya.

AMA Riau mendesak

Pemerintah pusat dan daerah melakukan evaluasi total terhadap izin dan operasional PT. IKPP. Satgas Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan turun langsung ke wilayah operasional perusahaan. Dilakukan penghitungan dan penegakan ganti rugi ekologis terhadap wilayah adat dan lingkungan yang rusak.

Hal senada disampikan oleh Riko Kurniawan sebagai Panglima dubalang AMA Riau menyatakan sikap melalui Orasi Damai, ” Bahwasannya Hari ini masyarakat lokal dan pemuda tempatan menginginkan adanya keterbukaan Lapangan pekerjaan dari indah kiat, sampai hari ini juga peluang itu tidak terlaksana dari perusahaan, ” Tutur Riko kepada awak media Online Seputarriau.co Rabu (30/07/2025)

Dampak Limbah Dari Pabrik Itu sangat Mengganggu Aktifitas Warga disekitar, “Selanjutanya mengenai dampak Lingkungan asap pembakarana Batu bara atau fly ash bottom juga sudah mengganggu masyarakat sekitar khususnya buat para warga bunut di workshop pinang sebatang barat, kami meminta adanya evaluasi kepada seluruh vendor batu bara memberikan Batu bara dengan spek yang sesuai permintaan perusahaan IKPP, karna kami dapati perusahaan batu bara mengirim batu bara dengan spek yang tidak standar (siluman*red), hal ini menyebabkan Polusi lingkungan Asap pembakaran batu bara,” Pungkasnya.

Sumber : www.seputarriau.co
(MN)